Kabar Digital

Berita Masa Kini

AWDI Minta Inspektorat Turun Terkait Adanya Dugaan Pembangunan rabat beton Didesa Karyasari

PANDEGLANG| kabardigital.com Pembangunan infrastruktur yang berkualitas merupakan harapan semua masyarakat dan pemerintah,namun sebaliknya jika pembangunan yang dikerjakan tak mengacu pada kualitas yang di harapkan maka akan merugikan masyarakat.

Pemerintah pusat dan daerah tak henti hentinya mengucurkan anggaran besar guna pemerataan pembangunan di setiap pelosok perdesaan agar kesejahteraan dan perekonomian masyarakat bisa meningkat.Kami sangat mengapresiasi pemerintah yang peduli dan sudah memberikan Anggaran Dana Desa guna pemerataan pembangunan khususnya yang ada di Kabupaten Pandeglang.Namun demikian kami sebagai kontrol sosial,tetap ikut berperan aktif mengawasi penggunaan anggaran negara,agar bantuan dari pemerintah tersebut hasilnya maksimal,tidak ada niatan kami menghambat pembangunan yang ada di kabupaten Pandeglang,kami semata-mata hanya berupaya agar,anggaran yang memakai uang negara itu dilaksanakan sesuai dengan spesifikasinya.Salah satu yang menjadi sorotan kami,sebagai kontrol sosial yaitu,

Pembangunan fisik rabat beton jalan kampung Beungbeu Desa Karyasari Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis,’Hal itu diungkapkan Bendahara Asosiasi Demokrasi Wartawan Indonesia (AWDI) DPC Kabupaten Pandeglang Andi Irawan kepada awak media ini, Selasa (08/07/2024). Dibeberkannya bahwa, Proses Pembangunan rabat beton jalan kampung Beungbeu ini dibangun melalui Tim Pengelola Kegiatan Desa (TPKD) dengan menggunakan angaran Dana Desa (DD) Tahap II tahun anggaran 2024 dengan nilai Rp 298.436.000,-. Dengan volume P 170 m Lebar 3,5 m dan tebal 0,15 cm .”Namun demikian kami AWDI sangat menyayangkan dengan kondisi hasil pekerjaan yang menggunakan uang negara tersebut. Terkesan hanya asal jadi dan tidak mengacu pada RAB yang telah ditentukan. dan anggaran yang lebih dari Rp 200 juta harus dipihak ketigakan” ucapnya.

” Berdasarkan hasil investigasi Tim yang turun ke lapangan ditemukan adanya dugaan kecurangan dalam pelaksanaan pembangunan rabat beton shandseet ,yang terletak dikampung Beungbeu, kuat dugaan kegiatan tersebut tidak sesuai speck. Kemudian sesuai dengan analisa tim kami yang turun langsung ke lokasi kegiatan ,kami menduga ada upaya dan unsur kesengajaan demi meraup keuntungan yang besar demi kepentingan pribadi.”jelasnya. Hal itu disebabkan karena kondisi pengerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan, sehingga mengakibatkan bangunan baru beberapa hari sudah pada retak”. tuturnya.

Secara teknik, pihaknya menyimpulkan ada beberapa bagian konstruksi yang tidak sesuai dengan spesifikasi dalam pelaksanaanya. Terutama dengan tidak menggunakan pemadatan terlebih dahulu dan batu beskos juga hanya menggunakan plastik pinggirnya aja, padahal plastik yang fungsi utamanya guna menahan air semen supaya tidak merembes kedalaman tanah ,”tuturnya. Dalam kegiatan tersebut dugaannya mengerucut kepada penyalahgunaan anggaran yang merugian keuangan negara.

Andi berharap kepada aparatur penegak hukum (APH) agar serius merespon dan menindaklanjuti setiap adanya pengaduan dan pemberitaan dari masyarakat terkait adanya dugaan kecurangan dan penyelewengan anggaran yang dilakukan oleh pihak oknum kepala Desa. Andi juga berharap kepada pihak terkait yaitu badan pemeriksa keuangan (BPK) dan inspektorat agar bisa turun ke lokasi dan segera mengaudit pekerjaan yang ada di Desa Karyasari tersebut. “Kami dari AWDI DPC Kabupaten Pandeglang siap mengawal dan mendampingi.” tegasnya Ditambahkannya,

“atas temuan ini kami dari AWDI DPC Kabupaten Pandeglang, dalam waktu dekat ini akan membuat surat Audesi Ke DPMPD Kabupaten Pandeglang juga laporan kepada Aparatur penegak hukum untuk (TPK) dan Kepala Desa Karyasari Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang, sebagai pengguna dan penanggungjawab anggaran. Tentang adanya dugaan penyimpangan dalam penggunaan keuangan negara,terkait dengan pembangunan rabat beton dikampung beungbeu yang tidak sesuai spesifikasinya.

Kepala Desa Karyasari Epen SH. saat di konfirmasi terkait kegiatan tersebut melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa itu bukan manual pa, itu jayamik jadi yang retak itu siang ngecornya alam yang tidak memadai ”jelasnya.

Sementara itu Tim verifikasi kecamatan dan kasi bangunan kecamatan Sukaresmi belum terkonfirmasi sampai ditayangnya Pemberitaan (watak)