Kabar Digital

Berita Masa Kini

Dalih Uang SPP, Ketua Yayasan Delisha Diduga Tahan Dana PIP

KABAR DIGITAL, DELI SERDANG — Dugaan Ketua Yayasan Delisha, Arif tahan uang Program Indonesia Pintar (PIP) ratusan siswa di Desa Tandem Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Padahal program bantuan pemerintah yang memberikan bantuan dana untuk pendidikan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Diketahui ratusan murid dibawa pihak Yayasan Delisha ke Bank BNI cabang Petisah Medan dan BNI Cabang Stabat Langkat.

Malahan dugaan keras Ketua Yayasan Arif ada merekayasa data murid untuk mendapatkan dana PIP.

Awalnya murid diberangkatkan dari sekolah Delisha sebanyak 2 bus membawa seratusan siswa-siswi SMK Delisha.

Setelah menunggu dan mendapatkan dana PIP sebesar Rp 1 juta lalu para murid pulang dan dikumpulkan kembali di sekolah Delisha.

Dengan modus untuk uang SPP sekolah, lalu Ketua Yayasan Delisha Arif
meminta kembali dana PIP dari para murid senilai Rp 1 juta dan mengembalikannya Rp 100 ribu.

Infonya setelah didemo wali murid Selasa (30/1/2024) Ketua Yayasan Delisha mengaku menggunakan dana PIP untuk SPP para murid.

Namun anehnya Ketua Yayasan Delisha diduga ada mengintimidasi para murid sekolah.

“Jangan coba-coba memviralkan sekolah kalau tak mau menanggung resikonya,’ kata ketua yayasan ditirukan Boy kepada wartawan, Rabu (31/1/2024).

Malahan ketua yayasan juga membariskan murid lalu meremehkan dengan mengatakan ‘dana PIP bukan untuk beli cabe dan gincu mamak kelen ya’.

Pemerhati pendidikan S.Chaniago (53) penarikan uang PIP oleh ketua Yayasan Delisa sebagai tindakan yang merugikan dan mencurigakan. Dana PIP seharusnya digunakan untuk membiayai pendidikan siswa, bukan diduga untuk kepentingan pribadi ketua yayasan.

“Seharusnya ada rembukan dengan komite sekolah dan wali siswa, sehingga persoalan terbuka. Penarikan uang dianggap ilegal dan perlu dipertanyakan keabsahan dan transparansi penggunaan dana PIP oleh yayasan tersebut,” ucap Chaniago.

Ketua Yayasan Delisha Arif terkesan membantah dan seakan menantang konfirmasi wartawan.

“Silahkan konfirmasi ke sekolah dan bawa pihak-pihak yang keberatan. Kok bisa saudara mengatakan itu?,” ketus Arif. (*)