Kabar Digital

Berita Masa Kini

Ngaku Dekat Eks Mendagri, Pria di Siantar Tipu Warga Rp 220 Juta

KABAR DIGITAL, SIANTAR — Seorang pria di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut) bernama Putra Sitompul (50) menipu warga hingga Rp 220 juta dengan modus bisa meloloskan dua anak korban menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Saat melancarkan aksinya, pelaku mengaku dekat dengan eks Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

“(Modus) terlapor dapat memasukkan kedua anak pelapor menjadi PNS di Kejagung dan Kemenkumham dengan memberikan uang sebesar Rp 220 juta,” kata Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Made Wira Suhendra, Jumat (9/2/2024).

“Pelaku mengaku sebagai anggota KPK dan dekat dengan (eks) Mendagri Almarhum Tjahjo Kumolo,” sambungnya.

Made mengatakan penipuan itu terjadi di Perumahan Sibatu-batu, Kecamatan Siantar Sitalasari, pada tahun 2021. Sementara pelaku baru ditangkap pada Sabtu (3/2).

Awalnya, korban Mulyadi Saragih (59) diberitahu oleh salah seorang warga bahwa pelaku bisa memasukkan dua anak korban menjadi ASN. Namun, syaratnya korban harus memberikan uang kepada pelaku sebesar Rp 220 juta.

Terayu dengan hal itu, korban pun memberikan uang Rp 220 juta itu secara bertahap kepada pelaku pada Mei dan Juli 2021. Namun, selang beberapa waktu, posisi ASN yang dijanjikan pelaku tersebut ternyata tidak terwujud.

Korban sempat meminta pelaku agar mengembalikan uangnya. Namun, pelaku tidak kunjung mengembalikan uang tersebut.

Alhasil, korban membuat laporan ke Polres Pematangsiantar pada 24 September 2021. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, pihak kepolisian lalu menangkap pelaku di rumahnya di Kabupaten Simalungun.

“Tim bergerak menuju lokasi, pada pukul 15.30 WIB. Lalu, tim membawa pelaku ke Polres untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” sebutnya.

Perwira pertama Polri itu mengatakan pelaku selalu berpindah-pindah sehingga menyulitkan petugas kepolisian untuk mendeteksi lokasi pelaku. Alhasil, pelaku baru ditangkap di tahun 2024.

“Pelaku baru ditangkap pada tahun 2024 karena selama ini pelaku berpindah-pindah dan keluar kota,” pungkasnya.(*)